Lebih Dari Transformer

Kita bukan Transformers, tapi kita bisa bertransformasi jauh lebih hebat dari karakter-karakter robot fiksi tersebut.

Bukan tanpa alasan, karena memang manusia didesain se-adaptif itu oleh Allah. Sehingga selama ribuan tahun sejarah peradaban manusia, kita menyaksikan betapa manusia bisa berubah dan menyesuaikan diri dengan sangat baik apapun kondisi lingkungannya.

Maka muncullah begitu banyak pola peradaban yang berbeda. Di puncak gunung, di lembah hijau, lembah yang gersang, padang pasir, pesisir, sepanjang aliran sungai, tengah laut, padang rumput, bahkan di tengah salju nan dingin di Antartika.

Yang jadi menarik, kenapa di abad 21 yang katanya penuh kemajuan ini, kita sebagai manusia-manusia yang punya blueprint yang sama justru tampil begitu lemah?

Jangankan Antartika, baru putus hubungan nggak sah alias pacaran aja, banyak yang kemudian harus meregang nyawa.

Nggak usah ngomong hidup di tengah laut, baru diomelin atasan di tempat kerja aja harus ke psikiater karena kalut akut.

Padahal kita punya gen penakluk, khilafah fIl ardh. Tapi baru lulus kuliah aja udah stress mikirin gimana caranya bertahan hidup.

Terus apa yang salah?

Gen kita yang sudah berubah?

Atau kemampuan kita untuk bertransformasi menjadi versi terbaik diri kita yang dicabut pelan-pelan secara sistemik?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top